'Bakat' Skizofrenia Mungkin Ada, Lalu Muncul Pencetus Utama

4 days ago
Posted by news
6 views
'Bakat' Skizofrenia Mungkin Ada, Lalu Muncul Pencetus Utama


Jakarta, Sejauh ini, belum ada pakar yang bisa mengungkap apa penyebab sebenarnya dari penyakit jiwa yang disebut skizofrenia. Namun dalam situs Mayo Clinic disebutkan, penyebabnya diyakini merupakan kombinasi dari genetik, gangguan otak dan juga lingkungan.

Meski begitu, dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ(K) dari RSJ Soeharto Heerdjan beberapa waktu lalu mengatakan, faktor genetik hanya berperan kecil dalam pembentukan risiko skizofrenia pada diri seseorang.

"Tidak ada data pasti, tetapi kalau diambil kasarnya maka kira-kira tidak akan lebih dari 10 persen dari semua faktor risiko yang ada, termasuk pengaruh lingkungan dan pola asuh keluarga," paparnya.

Pakar lain berpendapat yang terpenting adalah 'stressor' atau pemicu utamanya. Adalah dr Iwan Arijanto, SpKJ dari RSUD Ciamis yang mengungkapkan hal ini saat menanggapi banyaknya kasus skizofrenia di Desa Budiasih, Ciamis, Jawa Barat yang viral beberapa waktu lalu.

Kebetulan beberapa kasus skizofrenia di desa tersebut terjadi pada orang-orang yang masih dalam satu keluarga. Salah satunya Tiarsoh (39). Tiarsoh dan kakaknya sama-sama mengidap gangguan jiwa, hanya saja sang kakak sudah meninggal dunia.

Untuk itu belum dapat dipastikan apakah Tiarsoh dan kakaknya sama-sama skizofrenia karena sedarah ataukah faktor lain. "Harus lihat dulu dari penelitian, saat ini belum pernah diteliti," kata dr Iwan.

Namun belakangan diketahui jika Tiarsoh dilaporkan baru memperlihatkan gejala gangguan jiwa setelah diceraikan oleh suaminya. Sedangkan pada warga lainnya, dr Iwan menilai pencetus utamanya adalah faktor ekonomi. Informasi di lapangan, sebagian besar pengidap skizofrenia di desa tersebut mengalami gejala awal saat pulang dari mencari nafkah di perantauan.

Kemudian ada lagi kasus Brigadir Petrus di Kalimantan Barat yang tega membunuh serta memutilasi anak-anaknya. Meski diduga mengidap skizofrenia sejak lama, nyatanya Petrus bisa hidup normal, berkeluarga dan menjadi polisi selama bertahun-tahun.

Bahkan saat ujian masuk kepolisian, nilai Petrus dilaporkan tertinggi di angkatannya. Akan tetapi ketika kemudian muncul konflik dalam rumah tangganya, Petrus mulai mengaku mendengar bisikan.

"Petrus cerita kalau dia dikelilingi awan hitam, dan ada sekitar 20 orang pria berbadan tegap yang mengikuti dirinya," imbuh rekan Petrus.

Dijelaskan dr Andri, SpKJ, FAPM dari RS Omni Alam Sutra, halusinasi memang seringkali dialami orang dengan skizofrenia. Tetapi seperti halnya yang dikemukakan dr Iwan, ini bergantung pada adanya pemicu yang bisa sangat beragam, seperti stres, depresi, maupun faktor lain.

Ia mengambil contoh seseorang dengan kecenderungan depresi. Pada kasus yang parah, pasien depresi ini juga seringkali mendengar bisikan-bisikan yang membuatnya down dan semakin depresi, persis seperti yang dialami pasien skizofrenia.

"Ketika depresi yang dialami begitu berat juga bisa memicu waham, yaitu keyakinan yang salah, misalnya seorang pasien merasa diintai atau selalu diawasi," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan dikutip kembali, Selasa (22/3/2017). (lll/up)

Source :
health.detik.com