Buah Zakar Remaja Ini Harus Diangkat karena Terpuntir 540 Derajat

3 months ago
Posted by news
34 views
Buah Zakar Remaja Ini Harus Diangkat karena Terpuntir 540 Derajat


Hangzhou, Sebuah insiden mengerikan dialami seorang remaja asal China, sebut saja Ling Ling. Suatu hari, ia terbangun dari tidur dalam keadaan sakit luar biasa di kemaluannya.

Remaja ini kemudian dilarikan ke rumah sakit, tepatnya pada awal bulan ini. Dari hasil pemeriksaan dokter di sebuah rumah sakit di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, rasa sakit itu berasal dari testisnya yang terpelintir.

Mereka langsung menggelar operasi dan belakangan menemukan bahwa testis si remaja terpelintir begitu buruk, bahkan hingga 540 derajat lalu ditemukan luka terbuka di bagian dasar, seolah-olah baru saja meledak.

Dari laporan dokter, testis remaja berusia 11 tahun itu juga telah kehilangan banyak darah dan dinyatakan mati saat itu juga.

Dr Chen Guangjie dari Zhejiang University School of Medicine kemudian memberitahu kepada kedua orang tua si remaja bahwa mereka terpaksa mengangkat testis putra mereka yang telah mati. Hal ini juga menghilangkan kesempatan si remaja untuk memiliki keturunan kelak.

Ia menerangkan, kondisi semacam ini disebut dengan testicular torsion atau torsi testis. Belakangan remaja ini juga ketahuan mengalami 'bilateral cryptorchidism', di mana salah satu atau kedua testisnya tidak sepenuhnya turun selepas lahir. Dalam kasus si remaja, kedua testisnya memang tidak turun.

Hal inilah yang diduga memicu terjadinya torsi testis. "Secara umum, enam jam setelah terjadi torsi testis, pasien kehilangan kemampuan untuk memproduksi sperma. Bila sudut pelintirannya hanya 90 derajat, testis akan mati dalam waktu sepekan; jika 180 derajat maka organ ini akan mati dalam waktu 3-4 hari; dan jika 360 derajat, ini hanya akan butuh waktu 12-24 jam untuk mati, begitu pula bila sampai 720 derajat, testisnya akan mati hanya dalam waktu dua jam," paparnya.

American Urological Association menyebut, tragedi ini bisa saja dialami pria manapun dan kapanpun, namun utamanya ketika skrotum mengalami cedera, olahraga berat atau bahkan ketika tidur.

Kendati demikian, torsi testis merupakan kejadian langka, dan secara statistik hanya dialami 1 dari tiap 4.000 pria. Kebanyakan pada pria yang memasuki usia pubertas atau dewasa muda.



Dijelaskan dr Gideon Tampubolon, SpU dari RS Premier Bintaro, testis pria memang tidak simetris seratus persen, di mana salah satu testisnya bisa lebih besar atau lebih kecil.

"Sebenarnya normal-normal saja. Ada yang ukurannya beda sedikit, ada yang testis kirinya rendah sedikit, bukan hal yang berbahaya. Namun pada kondisi tertentu, testis yang mudah naik turun ini merupakan gangguan yang disebut sebagai retractile testicle," ungkapnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Menurut dr Gideon, kondisi inilah memang memperbesar peluang terjadinya torsi testis. "Kalau sudah terpuntir, pembuluh darah terjepit, ya pertama pasti kesakitan. Setelah itu testisnya bisa mati karena tidak mendapat oksigen," lanjutnya.




(lll/vit)

Source :
health.detik.com