Chrissy Teigen Berbagi Cerita Soal Depresi Pasca Melahirkan yang Dialaminya

8 months ago
Posted by news
63 views
Chrissy Teigen Berbagi Cerita Soal Depresi Pasca Melahirkan yang Dialaminya


Jakarta, Depresi pasca melahirkan bisa dialami para wanita. Kondisi ini juga dialami model sekaligus istri penyanyi John Legend, Chrissy Teigen pasca melahirkan putrinya Luna pada bulan April tahun 2016.

Chrissy mengatakan, secara 'kasat mata' ia memiliki segala sesuatu yang bisa membuatnya bahagia. Tapi, entah mengapa beberapa waktu setelah Luna lahir Chrissy jadi sering merasa sedih, tak bersemangat, dan ia kerap mengeluh nyeri di punggung, bahu, dan pinggang, bahkan kehilangan nafsu makan.

"Bangun dari tempat tidur amat menyakitkan bagi saya. Saya tidak nafsu makan. Bahkan selama beberapa hari saya bisa tidak makan. Saya hanya merasa tidak bahagia dan saat itu saya berpikir kelelahan sebagai ibu barulah penyebabnya," kata Chrissy kepada Glamour.

Kondisi emosi dan fisik yang tidak stabil juga memengaruhi pekerjaannya. Chrissy mengatakan pernah suatu saat sebelum dirinya tampil dalam sebuah acara, Chrissy hanya masa bodoh dengan apa yang dilakukan kru acara. Padahal. Saat itu kondisinya amat mendukung Chrissy. Misalnya, ada ruang menyusui dan ketika Luna tidur, suara musik di tempat itu akan dikecilkan sedikit.

"Ketika perias bertanya apakah saya suka dengan riasan saya, saya hanya berkata 'lakukanlah apa yang kau mau. Aku tidak peduli'," kata Chrissy.

Karena kondisinya tak kunjung membaik, Chrissy lantas pergi ke beberapa dokter. Hingga di bulan Desember lalu, ia didiagnosis depresi pasca melahirkan dan gangguan kecemasan. Saat itu, Chrissy mengaku lega karena ia mendapat kejelasan dari kondisinya yang tak menentu selama ini.



Chrissy kemudian diberi antidepresan dan ia berusaha lebih membuka diri kepada orang di sekelilingnya, terutama sang suami. Dengan berbagi apa yang ia rasakan, Chrissy merasa dirinya merasa jauh lebih baik dan dia bisa lebih menyadari serta mensyukuri apa yang sudah dimilikinya.

"Terutama John, dia sangat mendukung saya. Begitu juga ibu, kerabat dan teman-teman saya. Saya hanya ingin mengatakan pada ibu-ibu lain bahwa depresi pasca melahirkan bisa terjadi pada siapa saja dan penting bagi kita para wanita untuk tidak menyembunyikan apa yang kita rasa seorang diri. Berbagilah apa yang Anda rasakan dengan orang lain dan jangan sungkan meminta bantuan," kata Chrissy.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli M.Psi, mengatakan 2 minggu sampai 2 bulan pasca melahirkan, ibu bisa saja mengalami baby blues. Penyebab kondisi ini di antaranya perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, dan kondisi anak yang tak sesuai ekpektasi si ibu.

"Tapi kalau dua bulan masih belum membaik, patut diwaspadai bukan baby blues yang dialami tetapi depresi pasca melahirkan. Saat depresi, emosi ibu bisa meledak-ledak, mood-nya buruk, tidak bergairah untuk melakukan sesuatu, terlalu sering tidur atau malah kurang tidur, serta lebih banyak makan atau justru tidak ingin makan hingga mengalami perubahan berat badan drastis," kata wanita yang akrab disapa Vera ini.

"Kalau mood sudah jelek kadang juga ibunya nggak pengen ngurus anak bahkan bisa ingin membunuh anaknya," lanjut psikolog yang praktik di RS Pondok Indah ini.

Vera menegaskan gejala dari depresi pasca melahirkan sulit dideteksi oleh penderitanya. Oleh karena itu butuh kepekaan dari orang sekitar seperti keluarga, pasangan, dan teman supaya dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Maka dari itu, keluarga, pasangan, teman, harus lebih peka dengan kondisi ibu setelah melahirkan dan jangan lupa beri si ibu ini dukungan biar setelah punya anak dia bisa tetap happy," tegas Vera.



(rdn/up)

Source :
health.detik.com