Idap ADHD Sejak Kecil, dr Dharmawan Kini Jadi Psikiater

1 month ago
Posted by news
40 views
Idap ADHD Sejak Kecil, dr Dharmawan Kini Jadi Psikiater


Jakarta, Banyak alasan unik di balik cita-cita seseorang menjadi seorang dokter. Salah satunya dimiliki pula oleh dr Dharmawan A. Purnama, SpKJ. Paham betul rasanya menjadi pasien ADHD, ia pun jadi tertarik mempelajari bidang kejiwaan.

ADHD alias Attention Deficit Hyperactive Disorders merupakan gangguan yang ditandai dengan adanya ketidakmampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, sehingga waktu rentang perhatiannya sangat singkat.

Biasanya, gangguan ini terjadi disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. Jika diabaikan, kelainan ini dapat mengganggu perkembangan anak dalam hal kognitif, perilaku, sosialisasi maupun komunikasi.

Nah, dr Dharmawan merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang memiliki gangguan ADHD. Sejak kecil, ia mengaku sudah sulit fokus, cepat bosan, dan suka mengobrol, terutama saat belajar di sekolah. Hal ini pun kerap membuatnya dimarahi oleh sang ayah.

"Saya dulu kelas 4 SD pernah dihukum disuruh bikin karya kristik. Duh saya benci banget, kan bikin begitu harus telaten, sementara saya orangnya cepat bosan. Ini supaya saya bisa fokus katanya. Saya juga pernah disuruh belajar piano sama mama saya, sampai dibelikan piano bekas, tapi tidak saya jalankan juga," ungkap dr Dharmawan.

Dokter yang kini menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Utara ini juga pernah belajar karate sejak kecil, meskipun ia menjalaninya dengan rasa bosan. "Iya bosan saya, gerakannya kok begitu-begitu saja, tapi kata papa saya ini harus dijalankan supaya fokus," imbuhnya.

Agar kegiatan belajarnya lebih teratur dan tidak ada waktu kosong, dr Dharmawan sejak kecil sudah dibiasakan membuat jadwal teratur. Misalnya jadwal untuk kursus bahasa Inggris, kursus pelajaran sekolah, bahkan sampai latihan karate dan latihan piano. Hal ini dianggapnya sangat membantu karena energinya teralihkan dengan kegiatan. Jika sedang tidak ada kegiatan, ia mengaku malah menjadi mudah mengantuk.

"Dulu kalau belajar kan susah fokus, sekarang sudah mendingan, saya sudah bisa kendalikan semuanya lebih baik. Saya pernah depresi, saya juga ada ADHD. Makanya waktu itu saya berpikir hidup manusia itu kan dinaungi oleh motivasi ya, organnya otak, saya pun jadi tertarik penasaran mempelajari otak," imbuh dr Dharmawan saat berbincang dengan detikHealth.

Sempat disarankan orang tuanya untuk menjadi pengacara, dr Dharmawan lebih memilih untuk menjadi seorang dokter dan berlanjut menjadi psikiater. Ini supaya dirinya bisa mempelajari seperti apa kerja otak dan bagaimana efeknya terhadap kehidupan seseorang.

Saat berkuliah pun, dr Dharmawan harus mengendalikan ADHD-nya. Punya sifat hiperaktif, dr Dharmawan tidak betah menjadi 'kupu-kupu' alias kuliah-pulang-kuliah pulang. Agar tak banyak waktu senggang, ia pun aktif berorganisasi di kampus. "Setelah lulus dokter umum, saya juga melihat jumlah psikiatri saat itu masih kurang. Saya ingin bisa membantu orang dengan kondisi-kondisi seperti yang saya alami dulu," tutur dr Dharmawan.

Meski awalnya sempat tak direstui untuk menjadi dokter, kini keluarga dr Dharmawan bisa memahami bahwa tujuan dirinya menjadi dokter tak main-main belaka. "Saya merasa tidak banyak orang mau menangani orang lain yang memiliki gangguan jiwa, banyak stigma negatif terhadap pasien gangguan jiwa dan juga psikiatri. Di situ saya merasa harus membantu," ujarnya.

Mengenai stigma negatif terhadap gangguan jiwa, dr Dharmawan menilai hal tersebut masih sangat kental di masyarakat saat ini. Tak heran jika anak dengan ADHD pun banyak yang luput didiagnosis dan akhirnya tak bisa diberikan terapi yang sesuai. Oleh sebab itu, dr Dharmawan pun berharap stigma-stigma semacam ini bisa diubah.

"Jangan takut memeriksakan diri atau keluarga ke psikiatri. Jangan takut dengan diagnosis, juga dengan kata-kata orang lain. Yang penting ditemukan apa hambatannya dan dicari perawatannya, itu saja," pesannya.

Biodata singkat

Nama: dr Dharmawan Ardi Purnama, SpKJ (spesialis kedokteran jiwa)
Pendidikan:
- Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya
- Spesialis Kedokteran Jiwa di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Pendidikan tambahan bidang kesehatan jiwa di Chinese University of Hong Kong dan Hong Kong University, serta Sawa Hospital Osaka, Japan
Karir:
- Staf pengajar tidak tetap psikiatri di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
- Pengurus PP PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia)
- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Utara periode 2015-2018(ajg/vit)

Source :
health.detik.com