Inspirasi Sehat dari Para Kontestan Pilgub DKI

6 days ago
Posted by news
10 views
Inspirasi Sehat dari Para Kontestan Pilgub DKI


Jakarta, Sejak kampanye hingga hari pencoblosan, gelaran Pilgub DKI putaran kedua memang menegangkan. Namun tensi politik yang naik turun tidak jadi halangan bagi para kontestan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Pada hari pencoblosan, Calon Gubernur DKI Jakarta yang berstatus sebagai petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyempatkan diri untuk sarapan bersama keluarga. Kebiasaan sarapan pada pagi hari merupakan salah satu upaya untuk menjaga pola makan.

Dalam berbagai penelitian, sarapan di pagi hari bisa menghindarkan perilaku makan berlebihan pada sesi-sesi mana berikutnya yakni makan siang dan makan malam. Makan pagi juga memberikan suplai energi yang cukup untuk bisa lebih aktif secara fisik, serta menjaga pikiran selalu fokus.

Dalam menu sarapan Ahok di hari pencoblosan, disebutkan ada buah-buahan sebagai pencuci mulut. Selain mengandung banyak serat, buah-buahan seperti halnya sayuran juga merupakan sumber vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan penangkan radikal bebas di dalam tubuh.




Ahok sarapan sebelum nyoblosAhok sarapan sebelum nyoblos Foto: Rengga Sancaya



Baca juga:

Di kubu yang lain, Calon Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyempatkan diri untuk berolahraga pagi bersama komunitas Jakarta Berlari. Sandi, demikian ia biasa disapa, berlari keliling TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di sekitar kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sandi memang dikenal senang berolahraga. Selain suka berenang, ia juga selalu menyempatkan diri untuk berlari sejauh 5-10 km setiap hari. Dalam sehari, ia
menyempatkan waktu hingga 1-3 jam untuk olahraga.




Sandiaga jogging cek TPSSandiaga jogging cek TPS Foto: Aditya Fajar/detikcom



Terkait kebiasaan lari pagi, sebuah penelitian menyebut olahraga ini sebagai olahraga terbaik untuk jantung. Orang-orang yang punya kebiasaan jogging punya tekanan darah yang relatih lebih stabil. Tiap satu jam mereka berlari, risiko kematian dini karena sebab apapun berkurang hingga 40 persen.

Baca juga: (up/vit)

Source :
health.detik.com