Kalau Nyeri Pinggang Seperti Ini, Waspada Saraf Kejepit

2 months ago
Posted by news
33 views
Kalau Nyeri Pinggang Seperti Ini, Waspada Saraf Kejepit


Jakarta, Nyeri pinggang adalah keluhan yang bisa dialami oleh banyak orang karena gangguan pada tulang belakang. Umumnya keluhan nyeri pinggang tersebut disebabkan oleh tekanan berlebih pada tulang dan akan hilang dengan sendirinya. Namun bila nyeri terus kembali dan menetap dalam waktu lama maka dokter menyarankan agar hati-hati.

Spesialis tulang dr Muki Partono, SpOT, dari RS Pondok Indah (RSPI) mengatakan nyeri pinggang yang menetap tersebut bisa jadi tanda dari kejadian saraf terjepit. Penyebab umumnya karena bantalan lunak yang menopang tulang punggung alami perubahan struktur sehingga menyembul keluar menekan saraf.

"Seiring berjalannya waktu tulang itu degeneratif. Di atas 33 tahun akan ada proses degeneratif di mana bantalannya berkurang sehingga kemampuan mekaniknya berkurang menjadi lebih pendek atau tonjolan," ungkap dr Muki ditemui dalam acara temu media di Pacific Place, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Ciri khas dari nyeri pinggang karena saraf terjepit menurut dr Muki yaitu lama-lama nyeri merambat hingga ke kaki. Semakin bantalan tulang punggung rusak menekan saraf maka gejalanya akan semakin berkembang menyebabkan keluhan motorik dan sensorik.

"Hati-hati itu pasien saya ada yang ngeluh tadinya sakit pinggang tapi terus enggak ada lagi. Ternyata bukan hilang tapi karena sudah baal makanya enggak kerasa dan sudah mulai ada pelemahan otot," kata dr Muki.

"Kalau rasa nyerinya didahului dengan suatu aktivitas misal kalau duduk lebih nyeri dibanding berdiri, atau bungkuk lebih nyeri karena tegak, apalagi kalau batuk terus kerasa sakit nah itu bisa jadi sudah melibatkan saraf," lanjutnya.

Bila sudah demikian maka seseorang dianjurkan agar segera menemui dokter. Alasannya karena bila saraf yang terjepit tak segera ditangani maka ada kemungkinan gejala semakin parah hingga berujung pada kelumpuhan.

"Ketika sudah ada tanda-tanda itu bagusnya ke dokter terus MRI aja langsung. Biar lebih cepat ketauan lebih cepat ditangani," pungkas dr Muki. (fds/up)

Source :
health.detik.com