Ketika Lukisan Jadi 'Pelampiasan' Masa-masa Depresi

1 month ago
Posted by news
23 views
Ketika Lukisan Jadi 'Pelampiasan' Masa-masa Depresi


Jakarta, Mengenali diri sendiri itu sangat penting. Kenapa? Karena ketika diri ini merasa terpuruk dan depresi, bisa mengatasinya sehingga tetap bisa produktif.

Vindy Ariella adalah salah satu orang yang berusaha mengenali dirinya. Dulu, yang dia tahu, dirinya sering kali punya perubahan suasana hati yang ekstrem. Beberapa kali saat depresi, dia bahkan berkali-kali tidak masuk kuliah. Kini dia bisa melampiaskan depresi melalui lukisan. Tapi dulu, depresi bisa benar-benar menyiksa.

Vindy bercerita ketika dirimya tidak masuk kuliah, lalu ada teman datang untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya, Vindy hanya diam saja. Rasanya saat itu dia hanya ingin mengurung diri saja. Saat itu Vindy juga tahu dirinya sering jadi bahan omongan karena sikapnya. Tapi saat itu Vindy benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan jika masa depresi tiba.

Di suatu ketika, Vindy merasa sangat bersemangat. Dia ingin mengikuti berbagai kegiatan. Di kepalanya pun ada banyak ide yang dia merasa bisa mendukung kegiatan yang akan dia ikuti. Namun karena semua kegiatan dia ikuti, Vindy jadi tidak fokus.

"Waktu skripsi pernah ngajuin judul sampai belasan, dan semua rasanya pengen ditulis. Kalau sekarang keingetan masa itu jadi kepikir kenapa gitu ya sampai ngajuin judul sebanyak itu," kenang Vindy dalam perbincangan dengan detikHealth.

Ketika berkonsultasi ke dokter dan menjalani sejumlah tes, diketahui Vindy mengalami gangguan bipolar tipe 2. Dia harus mengonsumsi obat untuk mengatasi penyakitnya.

Suatu kali, Vindy merasa begitu depresi dan tidak berguna sehingga berupaya mengakhiri hidup. Dia mengonsumsi obat dari dokter banyak-banyak sehingga membuatnya over dosis. Untunglah nyawanya bisa diselamatkan.

Baca juga:

Vindy lantas mencoba menyalurkan perasaannya saat depresi dalam lukisan. Menurutnya ada perbedaan lukisan yang dibuat saat masa depresi dan mania. Lukisan pada saat depresi didominasi warna gelap seperti hitam dan biru tua. Sedangkan pada saat mania, lebih cenderung menggunakan warna cerah seperti oranye.




Lukisan karya VindyLukisan karya Vindy Foto: Nurvita Indarini/detikHealth



Bahkan tema lukisan juga bisa menggambarkan diri seseorang sedang depresi atau sedang mania. Saat mania biasanya Vindy melukis hal-hal yang menyenangkan seperti kegiatan berbelanja, serta barang-barang yang ingin dimiliki.

"Tapi biasanya saya melukis saat depresi. Kalau pas manik (mania), lebih banyak mendesain souvenir sebagai ilustrator," terang perempuan berkacamata ini.

Vindy mengamini, seni bisa menjadi terapi bagi kondisi mental yang sedang tidak baik. Tak hanya bagi orang dengan bipolar, pada orang yang sedang stres pun, melukis bisa membuat rileks.

"Art bisa jadi terapi. Ada metode tertentu, di mana terapi dilakukan menggunakan warna-warna cerah saat depresi," sambung Vindy yang kini sedang mendalami art therapy ini.

Baca juga:

(vit/up)

Source :
health.detik.com