Ketika Orang Tua Merasa Balitanya Tak Sepintar Anak Lain

1 month ago
Posted by news
43 views
Ketika Orang Tua Merasa Balitanya Tak Sepintar Anak Lain


Jakarta, Ketika sesama ibu-ibu berkumpul, mungkin satu sama lain akan membandingkan kemampuan yang dimiliki anak-anaknya. Di usia yang sama, mungkin ada kalanya merasa anak kita tidak sepintar anak yang lain. Misalnya anak yang lain sudah aktif bernyanyi, sementara anak kita lebih banyak diam. Lalu bagaimana menyikapinya?

"Kalau misalnya anak sudah dua tahun tapi belum bisa berbicara, tentu perlu kita cari tahu apa masalahnya. Sebaiknya orang tua juga mencari tahu anak umur segini seharusnya sudah menguasai apa saja. Sehingga kalau ada yang tidak sesuai, bisa segera dicari tahu dan dicari jalan keluarnya," pesan psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi dalam perbincangan dengan detikHealth.

Setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Kemampuan yang dimiliki tentu tidak bisa disamaratakan. Namun orang tua juga perlu tahu fase perkembangan anak, sehingga bisa mendeteksi jika ada keterlambatan perkembangan.

dr Tri Gunadi, A.Md.OT., S.Psi beberapa waktu lalu menuturkan saat berusia 12 bulan ke atas, anak mulai mengucapkan kata-kata yang lebih bermakna. Misalnya 'mam' untuk makan atau 'num' untuk minum. Nah, ketika usianya sudah 20 bulan, seharusnya anak sudah mulai bisa berkata lebih dari 15 kata.

Lalu ketika ada anak usia 24 bulan yang sudah bisa bernyanyi karena terampil berbicara, sementara anak kita belum bisa melakukannya, sebaiknya orang tua jangan lantas memakluminya. Karena seringkali gangguan perkembangan anak tidak segera diatasi lantaran 'kemakluman' orang tua.

"Mungkin kita sering bilang ya maklumlah anak kita belum bisa begini begitu karena dia masih kecil. Padahal anak punya fase perkembangan. Anak itu nggak akan langsung bisa bicara, bisa nyanyi. Mereka bisa bicara dan bisa nyanyi karena kita stimulasi," lanjut Ratih.

Ratih berpesan 'kemakluman' jangan lantas membuat orang tua tidak memperhatikan fase perkembangan. Jangan sampai juga membuat orang tua lupa melakukan stimulasi untuk anak.

"Saya sering lihat orang tua yang menyalahkan anak, mengatai anaknya malas, hanya karena tidak bisa seperti anak lainnya. 'Iya nih anak saya malas kalau diajarin nyanyi'. Padahal mungkin memang nggak pernah diajarin dari kecil, nah kita berharap waktu dia lebih besar sudah langsung bisa nyanyi," papar Ratih.

Seperti halnya mengajari anak menggunakan sendok dan garpu. Kemampuan ini tidak serta-merta lagsung dikuasai anak. Anak butuh belajar memegang sendok dan garpu, kemudian belajar menggunakannya.

"Jangan sampai kita sebagai orang tua berniat mencetak generasi instan. Anak butuh stimulasi sesuai usianya, itu yang harus kita berikan sebagai orang tua. Jangan kemudian ketika mereka sudah agak besar lalu kita yang nggak pernah menstimulasi berharap anak-anak kita langsung pintar, lalu mereka diikutkan aneka les biar bisa semuanya. Ini bisa bikin anak tertekan dan stres," tutur Ratih.

(vit/up)

Source :
health.detik.com