Kisah Nancy, Segera Naik Gunung Kilimanjaro Pasca Pulih dari Kanker

6 months ago
Posted by news
48 views
Kisah Nancy, Segera Naik Gunung Kilimanjaro Pasca Pulih dari Kanker


California, Wanita ini sudah gemar mendaki gunung sejak masih muda. Tetapi ia mengaku tak pernah menaklukkan gunung-gunung besar. Siapa sangka, keinginan ini akan terwujud sebentar lagi.

Itupun sejak wanita bernama Nancy Dziedzic tersebut didiagnosis dengan sebuah kanker darah langka bernama multiple myeloma, tepatnya tiga tahun lalu.

Berawal dari rasa nyeri di dada Nancy, butuh waktu berbulan-bulan untuk kemudian menemukan penyebabnya. Ternyata hal itu dipicu oleh adanya beberapa lesi dan patah tulang di dadanya.

Setelah itu, ia langsung memulai kemoterapi dan memberinya tiga macam obat, salah satunya Velcade yang diproduksi Takeda Technology yang mendorong penurunan sel-sel kanker secara signifikan.

Pada bulan April 2015, Nancy akhirnya menjalani transplantasi sel punca untuk menggantikan sel-sel tubuhnya yang masih sehat tetapi dirusak oleh kemotrapi, dan empat bulan berikutnya, ia mulai mengonsumsi obat kemoterapi oral yang harus diminum setiap hari.




Kisah Nancy, Segera Naik Gunung Kilimanjaro Pasca Pulih dari KankerFoto: Facebook




"Mereka bilang saya tidak mengalami remisi karena jumlah sel kanker saya sangat rendah, dan belum berubah sejak cangkok sel punca. Saya merasa normal," tuturnya.

Saat itulah Nancy melihat program pendakian gunung bersama pasien-pasien multiple myeloma lainnya bertajuk Moving Mountains for Multiple Myeloma di Facebook di tahun 2016.

Saat itu program yang sama tengah digelar, dan ternyata, tahun ini program itu akan dilaksanakan kembali. Kali ini adalah menaklukkan Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Ia kemudian tertarik untuk ikut serta, lantas ia mencoba mengkonsultasikan hal ini dengan sang dokter.

Baca juga:

Karena pengobatannya berjalan baik, sang dokter justru mendorongnya untuk ikut serta dalam program tersebut. Proposal Nancy pun diterima pada Februari lalu.

"Saya selalu bermimpi ingin ke Afrika, jadi saya memang sangat tertarik untuk kesana. Saya terinspirasi oleh mereka," katanya kepada Fox News.

Nancy akan mendaki bersama lima pasien multiple myeloma lainnya dan sejumlah dokter. Salah satu ahli kanker dari Massachusetts General Hospital yang nantinya juga mendaki bersama Nancy, Dr Betsy O'Donnell mengatakan, mendaki gunung seperti ini tidak hanya menantang bagi pasien multiple myeloma, tetapi orang sehat sekalipun.

"Tetapi ini mungkin untuk dilakukan dan bermanfaat bagi mereka. Sebab berbagai data menyebut aktivitas fisik sangat baik untuk terapi," timpalnya.

Tantangannya biasanya muncul ketika pasien berada dalam masa pemulihan setelah berbulan-bulan terapi. Saat itulah massa ototnya menjadi berkurang dan lemak perut bertambah. Oleh karena itu, setelah memutuskan ikut serta dalam pendakian, Nancy disarankan kembali ke gym untuk menjalani latihan kekuatan. Ia juga mulai membiasakan hiking, baik di akhir pekan atau selepas jam kerja.

Sebelum betul-betul mendaki Kilimanjaro, Nancy dan 15 orang tim lainnya mencoba berlatih dengan mendaki Gunung Bierstadt di Colorado pada bulan Juli silam.

Wanita berusia 51 tahun itu berharap keikutsertaannya dalam pendakian itu adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan multiple myeloma serta menginspirasi pasien lainnya. "Karena mereka bisa hidup dengan normal dan melakukan hal-hal luar biasa," imbuh Nancy.

Pendakian ini rencananya akan dimulai pada tanggal 17 Februari esok, dan dilangsungkan selama 11 hari.

Baca juga: (lll/up)

Source :
health.detik.com