Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun untuk Bantu Turunkan Kolesterol

4 months ago
Posted by news
84 views
Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun untuk Bantu Turunkan Kolesterol


Yogyakarta, Daun sukun (Artocarpus altilis) biasanya hanya menjadi sampah yang berserakan di jalan desa atau dimanfaatkan untuk pakan ternak. Namun di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), daun sukun diolah untuk membantu mengatasi berbagai penyakit dari menurunkan kolesterol hingga gula darah.

Para mahasiswa itu adalah Suhartono mahasiswa Fakultas MIPA, Retno Wulandari dari Fakultas Biologi dan Yunita Praptiwi. Mereka mengembangkan dan memproduksi teh herbal daun sukun yang dijual secara online, langsung dan dititipkan di beberapa toko ataupun apotie.

Teh daun sukun bernama Laasyaka ini diproduksi di Dusun Dukuhsari RT 07 RW 02, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY.

"Masyarakat hanya tahu buahnya saja. Sedangkan daun sukun ini belum banyak yang memanfaatkan, hanya jadi pakan ternak. Kalau daun yang kering hanya jadi sampah dan dibakar saja," papar Suhartono kepada wartawan di Kampus UGM, Senin (6/2/2017).

Suhartono mengungkapkan dia bersama teman-temannya kemudian mencari referensi dan literatur ilmiah terkait manfaat daun sukun. Berdasar penelitian LIPI (Prof Tjandrawati) daun sukun mengandung senyawa flavonoid, riboflavin, dan sirosterol yang bermanfaat untuk menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler.

"Selain bermanfaat dalam membantu penyembuhan sakit ginjal, darah tinggi, diabetes, menurunkan kolesterol serta mengatasi inflamasi," katanya.

Cara pengolahan kata dia, daun sukun muda dan segar dipetik langsung dari pohon kemudian dicuci hingga bersih. Selanjutnya daun dipotong-potong dan dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga mengering.

"Setelah itu daun kering dihaluskan lalu dioven dan dikemas dalam kemasan seperti teh celup tanpa dikasih benang agar bisa diminum beberapa kali," katanya.

Dia mengatakan teh daun sukun Laasyaka terbuat 100 persen daun sukun asli tanpa menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Teh ini baik dikonsumsi siapa saja mulai anak-anak hingga dewasa.

Cara mengkonsumsi teh daun sukun, cukup diseduh air panas selama 5 menit hingga air berubah Teh ini terbuat dari bahan daun sukun asli tanpa tambahan pewarna. "Cukup diseduh air panas sekitar 5 menit kemudian diminum tanpa ada tambahan pemanis atau gula," katanya.

Teh daun sukun ini dikemas dalam dua bentuk yakni celup dan tubruk. Satu pack teh celup berisi 20 kantong teh celup siap pakai dengan berat 50 gram dijual dengan harga Rp 20 ribu. Sedangkan kemasan tubruk dengan berat 35 gram dijual dengan harga Rp 5 ribu.

Sejak merintis usaha pada 2013 silam, kini bisnis ini telah berkembang dan menjadi usaha rumahan yang setiap bulannya mampu memproduksi 400-500 pack. Dalam produksi mereka memberdayakan ibu-ibu warga setempat mulai dari proses pemetikan daun hingga pengeringan.

"Omzet saat ini rata-rata Rp 8 juta sampai Rp 10 juta per bulan. Saat ini kami menjual secara online. Barang sesuai pesanan, bila cocok langsung bayar via transfer," katanya.

Retno menambahkan bisnis teh daun Laasyka itu lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM tahun 2013. Ide ini awalnya sempat mengalami penolakan dari dosen pembimbing karena dinilai kurang berkualitas. Mereka pun berusaha menemui dosen lain dan akhirnya mendapatkan dukungan untuk melaju dalam PKM. Saat itu, mereka mendapatkan dana hibah sebesar Rp 7.250.000 dari Dirjen Dikti.

"Dapat dana sebesar kemudian untuk membeli alat pres kantong seharga Rp 4 juta," katanya.




Mahasiswa UGM Olah Daun Sukun untuk Bantu Turunkan KolesterolFoto: bagus




Pada awalnya mereka kesulitan memasarkan saat barang hanya dititipkan di toko swalayan dan apotik. Model pemasaran berganti melalui internet. "Cara ini ternyata lebih efektif dan cepat menyebar ke seluruh Indonesia. Kami juga buat website [email protected] atau tehdaunsukun.co.id," kata Retno.

Meski herba tertentu diklaim bisa membantu penyembuhan penyakit tertentu, namun pasien selalu diingatkan untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak meninggalkan pengobatan medis.(bgs/vit)

Source :
health.detik.com