Menkes: Berikan Anak dengan Kelainan Bawaan Kesempatan Berkembang

6 months ago
Posted by news
63 views
Menkes: Berikan Anak dengan Kelainan Bawaan Kesempatan Berkembang


Jakarta, Menurut data yang dihimpun oleh 28 rumah sakit mulai tahun 2014 hingga Desember 2016, di Indonesia terdapat 494 kasus kelainan anak lahir dengan cacat bawaan. Dari jumlah tersebut cacat yang paling banyak adalah kaki bengkok (20,6 persen), disusul kecacatan bibir dan langit-langit mulut, serta kecacatan tabung saraf.

Anak lahir dengan kecacatan tersebut secara umum bisa disebabkan oleh tiga hal. Pertama karena faktor genetik, kedua faktor asupan nutrisi yang buruk, dan terakhir adanya pengaruh lingkungan seperti paparan zat-zat berbahaya.

Bila memang kecacatan sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa diperbaiki, Menteri Kesehatan RI Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengimbau agar masyarakat mau memberikan kesempatan. Kesempatan untuk anak dengan kelainan bawaan berkembang optimal.

"Kita berbicara tentang kelainan bawaan, saya meminta betul apa yang sudah terjadi kita tetap bergandengan tangan. Secara sosial kita harus membantu untuk tak menjadikan mereka sebagai beban," kata Nila dalam puncak perayaan Hari Kelainan Bawaan Sedunia di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

"Masih ada peluang untuk mereka menjadi aset bagi kita semua. Bantu mereka baik dari sisi sosial, pencegahan, dorongan atau motivasi agar bisa seoptimal mungkin dalam kemandiriannya," lanjut Menkes Nila.



Membesarkan anak dengan kelainan bawaan bisa menyimpan tantangannya tersendiri, oleh karena itu Menkes Nila mengingatkan agar pasangan benar-benar merencanakan kehamilan dengan matang. Alasannya agar aspek kesehatan dan perkembangan anak mendapat perhatian terutama pada 1.000 hari kehidupan pertama.

Bila 1.000 hari kehidupan pertama anak diperhatikan dengan baik maka risiko untuk dirinya lahir dengan kelainan bawaan dapat ditekan.

"Kami coba mengkaji dengan ilmu otak ternyata benar karena 1.000 hari kehidupan pertama sangat penting... Agar sinapsis-sinapsis otak positif yang terbentuk bukan negatif," tutup Menkes Nila.

(fds/up)

Source :
health.detik.com