Pentingnya Ajak Anak dan Remaja Mencegah Penularan HIV-AIDS

18 days ago
Posted by news
12 views
Pentingnya Ajak Anak dan Remaja Mencegah Penularan HIV-AIDS


Jakarta, Pencegahan HIV-AIDS bisa diajarkan pada anak seperti mengajari anak melakukan pencegahan untuk berbagai penyakit. Pengenalan HIV-AIDS sendiri bisa dilakukan sejak anak duduk di bangku sekolah.

Seperti penuturan ahli kesehatan masyarakat Usep Salahudin, bagi anak-anak SD, bisa dikenalkan lebih dulu bahwa HIV merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Saat anak memasuki masa remaja, bisa diberi tahu bagaimana penularannya.

"Edukasi soal HIV-AIDS penting diberikan ke anak, supaya mereka bisa mencegah. Apalagi, penularan HIV-AIDS juga sekarang cukup banyak terjadi pada remaja kan," kata Usep dalam Bincang Santai bersama DKT Indonesia di Oakwood, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Mengutip data Kementerian Kesehatan tahun 2016, ada 220 ribu kasus HIV. Ada 28 ribu kasus baru dan 21 persen terjadi pada remaja. Sementara, kasus AIDS terdata sejumlah 83 ribu dan ada 4 ribu kasus baru. Dari kasus baru tersebut, 30 persennya terjadi pada remaja.

Usep yang juga sekretaris Yayasan Pelita Ilmu yang fokus pada upaya pencegahan HIV-AIDS pada remaja mengatakan sampai saat ini, YPI sudah memberi dampingan pada sekitar 200 remaja. Kebanyakan mengalami penularan melalui pemakaian jarum suntik dan penularan melalui ibu (dari ibu ke bayi).



Meski begitu, ada pula kasus penularan melalui hubungan seksual. Remaja yang didampingi pun berasal dari berbagai kalangan mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas.

"Kebanyakan usia sekolah, mahasiswa. Kalau mahasiswa kan dia sudah usia 18 tahun jadi bisa melakukan tes sendiri. Tapi berdasar pengalaman kita, kasus HIV pada remaja makin meningkat memang," kata Usep.

Ia menambahkan, pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan pada anak terlebih ketika dikaitkan dengan HIV-AIDS. Untuk itu, Usep berharap orang tua bisa menjadi sumber informasi akurat dan pertama bagi anak soal kesehatan reproduksi.

Agar anak atau orang tua tak saling canggung membicarakan kesehatan reproduksi, keterbukaan, komunikasi, dan kedekatan di antara keduanya amat diperlukan. Sehingga, tercipat suasana cair ketika anak dan orang tua berdiskusi atau membahas topik soal kesehatan reproduksi.

Edukasi soal HIV-AIDS juga bisa diberikan ayah dan ibu dengan memberi info yang benar pada anak. Misalnya, bagaimana HIV-AIDS bisa menular sehingga, anak tak memiliki pemahaman yang keliru soal HIV-AIDS itu sendiri.




(rdn/up)

Source :
health.detik.com