Sekujur Tubuh Terasa Nyeri? Baca Buku Diklaim Mampu Meredamnya

5 months ago
Posted by news
57 views
Sekujur Tubuh Terasa Nyeri? Baca Buku Diklaim Mampu Meredamnya


Jakarta, Kegemaran membaca buku tidak hanya bisa menambah wawasan seseorang. Bagi kesehatan, kegiatan ini juga membantu mengobati nyeri kronis yang dirasakan seseorang. Kok bisa?

Hal ini dikemukakan tim peneliti dari University of Liverpool setelah mengamati dampak membaca buku terhadap sejumlah partisipan yang mengalami nyeri kronis.

Kemudian mereka dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta menjalani cognitive behaviour therapy (terapi kognitif perilaku/CBT) selama lima minggu. Ini adalah terapi yang umumnya digunakan untuk menangani depresi.

Sebagian lagi diminta membaca buku bersama-sama selama 22 minggu. Namun di pekan ke-5, kelompok pertama digabungkan dengan kelompok yang membaca buku.

Tiap partisipan lantas diminta melaporkan tingkat keparahan nyeri dan emosi mereka sebelum dan setelah mendapatkan intervensi.

Nyatanya, peneliti belakangan menemukan bahwa rutin membaca buku bersama ternyata dapat memicu efek yang sama dengan terapi perilaku kognitif bagi otak. Terbukti, tingkat keparahan nyeri dan emosi partisipan membaik hanya dalam waktu dua hari sesudah mengikuti kegiatan membaca bersama.
Penyebabnya, membaca buku bersama bisa memicu munculnya berbagai pengalaman hidup partisipan di masa lalu, semisal tentang masa kecil, keluarga, hubungan antarteman atau sanak saudara, dan hubungan antarrekan kerja.

"Kegiatan ini ternyata mampu mendorong otak untuk mengirim sinyal bebas rasa sakit kembali ke tubuh. Rasanya seperti mendapatkan terapi kognitif perilaku, yang memberikan efek terapi dan bermanfaat untuk meredakan nyeri kronis mereka," tulis peneliti dalam BMJ Journal for Medical Humanities.

Peneliti bahkan menyebut membaca buku bersama-sama bisa jadi alternatif dari terapi kognitif perilaku bagi pasien dengan nyeri kronis.

"Ada banyak pengobatan untuk mengelola nyeri kronis, tetapi tidak selalu efektif dan banyak dari mereka yang kemudian beralih ke terapi kognitif tersebut, dan ternyata ini juga bisa dirasakan dengan membaca buku," simpul peneliti Dr Josie Billington seperti dilaporkan . (lll/up)

Source :
health.detik.com