Separuh Bobot Hilang Setelah Operasi Pengangkatan Tumor di Perut

Separuh Bobot Hilang Setelah Operasi Pengangkatan Tumor di Perut


Pennsylvania, Mulanya nenek ini tak ambil pusing ketika bobotnya semakin bertambah seiring dengan pertambahan usianya. Tetapi lama-kelamaan ia kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

"Saya kesulitan berjalan, berdiri dan suatu hari saya tak bisa turun dari tempat tidur," tutur sang nenek, Mary Clancey.

Putranya kemudian memutuskan segera memanggil ambulans dan memeriksakan kondisi sang ibu. Ia dibawa ke rumah sakit milik Lehigh Valley Health Network (LVHN), Allentown, Pennsylvania.

Betapa terkejutnya tim dokter selepas melakukan CAT scan pada wanita berusia 71 tahun ini. Ada sebuah kista ovarium yang tumbuh di dalam perut Mary. Saat itu beratnya mencapai 165,5 kg.




Separuh Bobot Hilang Setelah Operasi Pengangkatan Tumor di PerutFoto: YouTube/Lehigh Valley Health Network




Mary sendiri mengaku memang 'menggemuk' dalam kurun 15 tahun terakhir, tetapi ia tak pernah menyadari jika itu karena ada tumor yang tumbuh perlahan-lahan di dalam perutnya.

"Tumornya begitu besar hingga tidak bisa ditampilkan semuanya di scanner, dan saya tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata Dr Richard Boulay, yang menangani Mary seperti dilaporkan .

Baca juga:

Pada tanggal 10 November 2016, tim dokter dari LVHN memutuskan untuk mengangkat tumor seberat 63,5 kg itu. Operasi ini sendiri memakan waktu hingga lima jam lamanya.

Boulay menambahkan, tumor Mary agak sulit terangkat karena sebagian besar terbuat dari air dan membuatnya licin. Dan untuk memudahkan proses ini, tim dokter menyiapkan meja operasi tambahan agar tumornya bisa digelindingkan keluar dari tubuh Mary tanpa harus memecahkannya.

"Selepas operasi, ia kehilangan bobot 82 kg dari tumor dan sejumlah jaringan. Hampir separuh dari bobotnya hilang," lanjut Boulay.

Nenek asal Pennsylvania ini pun masih mendapatkan pengawasan penuh dari tim dokter hingga 26 hari pasca operasi. Namun kini ia sudah kembali sehat dan ceria seperti sediakala.

Pun tim dokter dari LVNH. "Ketika ada pasien seperti Mary yang mengucapkan terima kasih karena telah memberi mereka kehidupan kedua, itu sudah lebih dari cukup," tutur Boulay.

Boulay menambahkan, Mary juga tak membutuhkan prosedur pengobatan lebih lanjut seperti kemoterapi maupun radiasi.

Baca juga: (lll/vit)

Source :
health.detik.com