Wabah Leptospirosis Terjadi di New York, Satu Orang Meninggal

2 months ago
Posted by news
51 views
Wabah Leptospirosis Terjadi di New York, Satu Orang Meninggal


Jakarta, Wabah leptospirosis atau penyakit kencing tikus menyerang New York City, New York, Amerika Serikat. Satu orang diketahui meninggal sementara dua orang lainnya dalam perawatan intensif.

Dilansir , wabah bermula dari distrik Bronx, salah satu distrik tertua di New York di sebuah apartemen dengan lantai bawah tanah ilegal. Akibatnya, populasi tikus di distrik tersebut meningkat secara pesat dan mencemari sistem saluran air warga.

Laporan dari dinas tata kota menyebut lantai bawah tanah yang ilegal menyebabkan sumbatan di saluran pembuangan sehingga terjadi banjir akibat sampah yang menumpuk. Populasi tikus yang besar ditambah dengan sanitasi yang tidak baik menyebabkan hampir seluruh penghuni gedung terinfeksi leptospirosis.



Palang Merah New York pun turut andil membantu membersihkan apartemen tersebut. Para warga yang menempati apartemen bawah tanah ilegal pun sudah dipindahkan ke tempat tinggal sementara untuk menghindari adanya infeksi lanjutan.

Ruben Diaz dari perwakilan masyarakat Bronx menyampaikan keluhannya kepada pemerintah kota New York yang dinilai kurang peduli terhadap warga Bronx. Sistem sanitasi di Bronx disebut-sebut sudah berusia ratusan tahun namun tidak pernah mendapat renovasi yang memadai.

"Sangat menyedihkan di kota terbesar di dunia, dengan kebudayaan dan teknologi yang berkembang pesat, kota ini tidak pernah bisa mengentaskan masalah tikus di saluran pembuangan," tutur Diaz.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mengatakan ada sekitar 100 hingga 200 kasus leptospirosis yang terjadi setiap tahunnya. Namun jumlah pasien yang terinfeksi di New York tahun ini lebih banyak daripada jumlah total pasien dalam 10 tahun terakhir.

Kuman leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama. Kuman ini dapat 'berenang' di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka.

Gejala-gejala leptospirosis awalnya menyerupai gejala flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, dan nyeri. Pada tahap lanjut, muncul gejala muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian.



(mrs/up)

Source :
health.detik.com