24 Startup Bali Bersaing Di Startup Pitch Day

1 year ago
Posted by news
171 views
24 Startup Bali Bersaing Di Startup Pitch Day

, MANGUPURA-- Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Startup Pitch Day di Bali untuk memilih 5 usaha rintisan terbaik untuk diadu dalam babak final di Denpasar pada November mendatang.

Startup Pitch Day merupakan lokakarya (workshop) yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sebagai upaya menyiapkan usaha rintisan (startup) makin mumpuni mengembangkan bisnis, meningkatkan skala bisnis, serta mempunyai pengetahuan bagaimana menggaet investor. Di samping itu, para pendiri startup juga mempunyai kesempatan belajar satu sama lain, memperluas jaringan (network), serta menyempurnakan ekosistem startup di daerah masing-masing.

‎Ajang yang digelar di kota kelima, setelah sebelumnya di Depok, Jawa Barat (30/8); Medan, Sumatera Utara (3/9); Malang, Jawa Timur (9/9); dan Bandung, Jawa Barat (17/9), ini diikuti oleh 24 usaha rintisan (startup) dari Pulau Dewata.

Mereka berasal dari berbagai subsektor industri kreatif, seperti kuliner, fashion, pendidikan, serta dari subsektor aplikasi, game, market place, dan kerajinan.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso‎ menyampaikan sebelum dinilai, peserta mendapatkan materi dari narasumber tentang pengalaman mereka dalam menerima maupun menyuntikkan modal sebagi bagian dari investasi.

"Ini upaya kami bekerjasama dengan investor dengan Kinara Indonesia mempertemukan startup di Bali dengan investor. Intermediasi, tentunya startup punya keinginan, dan investor punya harapan‎," jelasnya di sela-sela kegiatan di Kuta, Sabtu (24/9/2016).

Hadir sebagai narasumber antara lain Dondi Hananto dari Unitus Impact dan Natalia Rialucky – ANGIN (Angel Investment Network Indonesia). Para narasumber akan memberikan penjelasan seputar tipe-tipe permodalan dan bagaimana melejitkan modal (fund raising). Mereka juga akan memberi penjelasan seputar aktivitas investasi dan berbagi pengalaman saat menyuntikkan modal maupun menerima suntikan dana dari investor.

Melalui kesempatan belajar tersebut, di antara mereka bisa saling bertukar pengalaman dan mempelajari kelebihan dan kekuatan startup lain. Sehingga, hasil dari proses belajar dapat diterapkan untuk proses pengembangan stratup masing-masing.

Kesempatan belajar yang tak kalah penting, adalah bertemu dengan para narasumber yang juga berasal dari kalangan investor. Sehingga, mereka memiliki pengalaman mempresentasikan usaha di hadapan investor sekaligus membuka akses permodalan yang lebih besar dari investor yang bersangkutan.

Setelahnya, peserta ikut tahap mentoring di mana para mentor akan memberikan kritik dan saran ke para peserta setelah bisnisnya dipresentasikan alias pitching. Pada saat mentoring, mereka dibimbing bagaimana mempresentasikan bisnis mereka di hadapan investor (pitching) secara maksimal. Sehingga, upaya mendekati atau kesempatan menggaet investor pun menjadi lebih besar.

Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan tujuan utama kegiatan ini adalah membangun dana ekonomi kreatif dan meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan skala bisnis mereka. Ia pun berharap, berharap, para pendiri startup bisa belajar satu sama lain.

"Narasumber yang merupakan investor juga kami hadirkan supaya mereka merasakan pengalaman nyata pitching di depan para investor dan meyakinkan investor bahwa usaha mereka layak untuk dimodali," ujarnya.

Source :
entrepreneur.bisnis.com