Dua Siswa Sman I Blora Ubah Serbuk Kayu Jadi Alas Sandal

1 year ago
Posted by news
139 views
Dua Siswa Sman I Blora Ubah Serbuk Kayu Jadi Alas Sandal

SEMARANG - Dua siswa dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Blora, Jawa Tengah, mengolah limbah serbuk kayu yang dihasilkan industri mebel menjadi alas sandal.

"Di daerah kami (Blora), kebetulan banyak hutan jati jadi banyak pengusaha mebel," kata Intan Aprilisa Ilhami, salah satu siswa kreatif itu, saat ditemui di Semarang, Selasa (11/10/2016).

Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Blora itu ditemui di sela kunjungan tim Toyota Eco Youth (TEY) 10, kompetisi lingkungan hidup yang dipelopori Toyota, di SMA Negeri 2 Semarang.

Kebetulan, temuan kreatif mereka diikutkan dalam TEY 10 dan lolos sebagai salah satu dari 25 finalis yang karyanya dipamerkan bersama dua temuan dari siswa SMA Negeri 2 Semarang.

Intan menjelaskan proses pembuatannya sebenarnya mudah karena cukup bermodalkan lem lateks untuk merekatkan serbuk-serbuk kayu sebelum "dipress" dan dicetak sesuai bentuk alas kaki.

"Alat 'press'-nya sederhana. Biayanya murah. Daripada serbuk-serbuk kayu atau 'grajen' ini mengotori lingkungan, kami manfaatkan," katanya, diamini Anggi Sabrina Putri, rekan setimnya.

Pembuatan alas sandal dari serbuk-serbuk kayu itu, diakuinya, baru dimulai sejak September lalu, dan begitu proposal yang mereka kirimkan ke TEY lolos segera dikembangkan lebih baik.

"Hanya dalam sebulan, kami langsung produksi (alas sandal, red.). Daya tahannya juga teruji kok. Ya, asal jangan terlalu sering terkena air sebenarnya awet-awet saja," kata Intan.

Sementara itu, Ahmad Idris, guru Matematika SMA Negeri 1 Blora yang menjadi pembimbing proyek kedua siswa itu membenarkan serbuk-serbuk kayu melimpah karena banyak pengrajin mebel.

"Pencampuran serbuk kayu dengan lateks harus dengan takaran tertentu. Pernah kami coba dengan silikon, namun kan tidak ramah lingkungan. Pakai serbuk kayu juga hasilnya bagus," katanya.

Yang membanggakan, kata dia, usaha kreatif anak didiknya itu ternyata bisa mendorong ibu-ibu di lingkungannya, yakni Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Blora, untuk bergabung.

"Malah sudah ada perkumpulan ibu-ibu sandal organik. Ada 10 orang. Jadi, kami bikin alasnya (sandal, red.), sementara ibu-ibu ini yang membuat bagian atasan sandalnya," katanya.

Dalam sehari, usaha kreatif sandal organik bermerek 'Saoric" itu bisa memproduksi antara 5-10 pasang sandal dengan pemasaran yang mengandalkan "online" dan dari mulut ke mulut.

Source :
entrepreneur.bisnis.com