Skandal di Vatikan : Sanksi, Pelecehan Seksual dan Sikap Membisu

2 months ago
Posted by news
30 views
Skandal di Vatikan : Sanksi, Pelecehan Seksual dan Sikap Membisu

Dua minggu setelah kepausan Paus Fransiskus menghadapi krisis tuduhan bahwa ia telah menutupi pelanggaran seksual yang dilakukan oleh mantan kardinal Theodore McCarrick, Paus menolak memberi komentar lebih jauh, sementara penuduhnya mengubah cerita dan beberapa nama baru ikut disebut dalam skandal itu.

Sementara itu sejumlah kardinal, uskup, pastur dan umat kebanyakan menuntut jawaban karena Vatikan dinilai telah mengetahui hal itu setidaknya sejak tahun 2000.

Paus Fransiskus semakin berada di bawah tekanan untuk menanggapi klaim Uskup Agung Italia Carlo Maria Vigano bahwa Paus yang mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan Paus Benediktus XVI terhadap McCarrick.

Berikut beberapa hal penting terkait skandal yang telah mencoreng nama baik Paus Fransiskus.

Apa Tuduhan Sebenarnya?

Uskup Agung Carlo Maria Vigano pada 26 Agustus lalu memaparkan bahwa paus sebelumnya – Benediktus XVI – telah memberlakukan “sanksi penalty” terhadap Theodore McCarrick pada tahun 2009 atau 2010, mirip dengan apa yang diberlakukan Paus Fransiskus pada musim panas ini setelah McCarrick secara kredibel dituduh melecehkan seorang anak di bawah umur.

"Kardinal itu akan meninggalkan seminari di mana ia tinggal, dilarang melangsungkan misa publik, dilarang ikut serta dalam pertemuan-pertemuan publik, dilarang memberi ceramah, dilarang bepergian, dan kewajiban utamanya adalah berdoa dan menebus dosa," tulis Vigano.

Vigano mengatakan telah memberitahu Fransiskus pada 23 Juni 2013 bahwa McCarrick “telah merusak sejumlah pastur dan generasi di seminari-seminari” dan bahwa Benedict “telah memerintahkan McCarrick untuk menarik diri, berdoa dan menebus dosa.” Tetapi Fransiskus justru merehabilitasi McCarrick dan menjadikannya sebagai penasehat terpercaya ketika berupaya menjadikan kepemimpinan gereja di Amerika tidak lagi semata-mata fokus pada perang budaya.

Baca juga: Dituduh Tutupi Skandal di Gereja Katolik, Paus Sarankan "Diam & Berdoa"

Namun catatan publik menunjukkan bahwa McCarrick tetap menjalani kehidupan seperti biasa, dimana sejak tahun 2009 dan seterusnya ia bepergian kemana-mana atas nama gereja dan menghadiri acara-acara resmi, termasuk di Vatikan bersama Benediktus dan Vigano, dimana sebagai Duta Besar Vatikan Untuk Amerika pada tahun 2012 McCarrick ikut datang ke acara pemberian penghargaan di New York.

Vigano Kini Ubah Laporan?

Dihadapkan pada bukti-bukti itu, Vigano mengubah ceritanya dengan mengatakan meskipun ada sanksi yang diberlakukan Benediktus terhadap McCarrick, ia tidak mematuhinya dan Benediktus tidak dapat memaksanya.

Associated Press melaporkan Vigano mengatakan kepada LifeSiteNews, sebuah situs ultrakonservatif, bahwa Benediktus menjadikan sanksi-sanksi itu bersifat "tertutup" atau "pribadi" karena McCarrick telah pensiun, sementara Benediktus – yang menilai McCarrick akan mematuhi sanksi tersebut – berupaya menghindari terjadinya skandal.

Kelompok konservatif National Catholic Register, yang semula mempublikasikan laporan Vigano, mengakui bahwa langkah-langkah yang dilaporkan Vigano telah diambil Benediktus kini menjadi pertanyaan.

Mengutip seseorang yang dekat dengan Benediktus, National Catholic Register mengatakan bahwa Benediktus tidak ingat bagaimana ia menangani masalah itu tetapi tidak pernah ada keputusan resmi terhadap McCarrick, dan “hanya permintaan pribadi” agar McCarrick lebih menahan diri dan menghindari menjadi sorotan publik.

Jika hal ini benar, maka hal tersebut akan melemahkan tuduhan Vigano bahwa Paus Fransiskus telah memulihkan sanksi penalty yang diberlakukan terhadap McCarrick.

Bagaimana Tanggapan Paus?

Beberapa jam setelah tuduhan Vigano mengemuka, Paus Fransiskus mengatakan dalam konferensi pers bahwa "saya tidak akan mengatakan sepatah kata pun tentang hal ini." Ia menantang para wartawan untuk menyelidiki klaim Vigano dan mengatakan "jika waktu berlalu dan Anda berhasil menarik kesimpulan, mungkin saya akan bicara."

Paus Fransiskus menarik diri dari skandal itu. Ia mengatakan "diam dan berdoa" adalah jawaban terbaik. Ditambahkannya, bukan sikap seorang Kristen untuk menuduh orang lain, tetapi perlu menyerukan orang untuk mengakui dosa-dosanya.

Baca juga: Paus Diam soal Klaim Ia Mengabaikan Kasus Pelecehan Seksual

Kantor pers Vatikan telah menolah memberi komentar apapun, termasuk soal apakah ada sanksi-sanksi yang pernah diberlakukan terhadap McCarrick, dan jika ada maka apa yang dilakukan Paus Fransiskus untuk menanggapinya.

Bagaimana Kelanjutan Kasus ini di Amerika?

Lebih dari satu minggu setelah pernyataan Vigano mengemuka, Kepala Konferensi Uskup Katholik di Amerika Kardinal Daniel DiNardo secara terbuka mengumumkan bahwa ia ingin bertemu Paus Fransiskus untuk menyampaikan permintaan agar Vatikan menyelidiki skandal McCarrick ini.

Ketika itu seruan DiNardo dinilai sebagai permainan kekuasaan oleh para uskup di Amerika. Ia dikecam keras karena telah diduga telah menutup-nutupi McCarrick selama puluhan tahun dan kini ingin menyalahkan Vatikan atas kasus tersebut.

McCarrick diangkat menjadi uskup agung di Washington DC dan kardinal pada tahun 2001 oleh Paus John Paul II, meskipun Vatikan mengetahui bahwa McCarrick telah tidur dengan sejumlah seminaris.

DiNardo menindaklanjuti permintaan awal yang disampaikannya agar Vatikan menyelidiki kasus ini dengan mengatakan tuduhan-tuduhan Vigano harus dijawab. Lebih dari sepuluh uskup di Amerika menggemakan seruan itu, meskipun beberapa uskup lain – termasuk Kardinal Blasé Cupich – menyampaikan keberatan. Cupich mengatakan Fransiskus seharusnya tidak memasuki persoalan yang berkembang kian rumit ini.

Belum ada tanggal ditetapkan untuk pertemuan DiNardo dan Fransiskus. DiNardo dijadwalkan tiba di Roma pada 27 September untuk memimpin upacara pentabisan.

Sementara itu Paus Fransiskus telah bertemu dengan Kardinal Washington DC Donald Wuerl, yang sedang menghadapi seruan untuk mundur, baik karena skandal McCarrick, maupun karena terungkapnya sejumlah kasus ketika ia menjadi uskup di Pittsburg yang diungkap dalam laporan grand jury di Pennsylvania.

Dua tahun lalu ketika mencapai usia 75 tahun, Wuerl sebenarnya telah menawarkan diri untuk mundur dan kini keputusan atas hal itu tergantung pada Paus Fransiskus. [em]

Source :
www.voaindonesia.com