Daddys Takoyaki : “Nggak enak , Nggak usah bayar” - Portal Lengkap Dunia Marketing

Daddys Takoyaki : “Nggak enak , Nggak usah bayar” - Portal Lengkap Dunia Marketing

Kuliner Jepang kian marak ditemukan menandakan peluang bisnis ini ketat persaingan, tapi juga menjanjikan peluang. Brand kuliner Jepang satu ini menjadi salah satu jawaranya, apa rahasianya?

Salah satu kuliner Jepang yang menjadi favorit lidah orang Indonesia adalah Takoyaki, makanan khas kota Kansai yang berbentuk bola terbuat dari sea food. Daddys Takoyaki adalah salah satu brand lokal yang menjajakan kuliner khas Jepang ini.

Dengan modal uang kuliah sebesar Rp4,5 juta kala itu Muhammad Fadli Aziz, sang owner, memulai usaha Daddys Takoyaki pada tahun 2013 dengan membuka gerai pertamanya di Cilandak Mall. Nama Daddys Takoyaki sendiri dipilihnya sebagai bentuk persembahan sekaligus mengenang almarhum sang Ayah.

Pria yang hobi makan, futsal dan main PlayStation ini memilih berbisnis Takoyaki salah satu alasannya karena menurutnya bisnis ini bukan bisnis musiman.

“Pertama, karena basically saya tidak bisa memasak dan mencoba mencari bisnis yang mudah dibuat dan diaplikasikan. Kedua, karena pasangan saya sangat menyukai makanan khas Jepang ini, jadi bisa dijadikan sebagai komentator apa yang kurang dalam taste makanan ini. Ketiga, karena makanan ini sudah sejak lama ada di Indonesia dan disukai, ini menandakan usaha ini bukan musiman dan dapat dikembangkan,” paparnya.

Saat mulai berbisnis, Fadli mengakui bahwa dirinya tidak tahu menahu tentang bisnis. Namun ia punya keinginan yang besar untuk belajar demi kemajuan bisnisnya.

Usahanya tak sia-sia, bisnis kuliner dengan target pasar anak muda kelas middle up ini membuahkan hasil. Dalam kurun waktu dua tahun, Daddys Takoyaki sudah memiliki tujuh buah gerai, tiga buah gerai mandiri dan empat buah gerai kemitraan. Gerai Daddys Takoyaki yang paling jauh saat ini terdapat di kepulauan Riau, Tanjung Pinang dengan omzet rata-rata Rp 1,5 juta per malam.

Walaupun bisnis kuliner Jepang – terutama takoyaki – cukup padat pemain, tapi Daddys Takoyaki sejauh ini menjadi brand taoyaki yang diminati oleh pecinta kuliner Jepang. Fadli mengatakan bahwa selain rasa, keunikan brand-nya adalah adanya garansi.

“Produk takoyaki memang banyak, tapi hanya kami yang memberikan garansi ‘nggak enak , ngga usah bayar’ itu slogan kami yang sampai saat ini menjadi daya tarik sendiri,” jelas pria kelahiran tahun 1992 ini.

Selain garansi, menurut Fadli menu yang variatif juga menjadi pembeda brand-nya dari kompetitor. Tak hanya takoyaki, Daddys Takoyaki juga menawarkan empat menu lainnya yaitu Okonomiyaki (piza Jepang), green tea, bakso bakar dan sosis bakar.

Ke depan, Daddys Takoyaki akan membuka sebesar-besarnya jalur kemitraan. Untuk meningkatkan brand image-nya, Fadli mengatakan bisnisnya berencana membuka mini resto dengan menu yang lebih variatif dan menggunakan loyalty card untuk pelanggan yang loyal.

(Foto: Daddys Takoyaki)

Source :
www.marketing.co.id