Natura Lova : Utamakan Kualitas dan Bangun Interaksi Langsung - Portal Lengkap Dunia Marketing

Natura Lova : Utamakan Kualitas dan Bangun Interaksi Langsung - Portal Lengkap Dunia Marketing

Bisnis minyak kelapa kian marak terbukti dengan munculnya berbagai merek lokal produk minyak kelapa yang salah satu jenisnya berupa Extra Virgin Coconut Oil (EVCO). EVCO sendiri adalah ekstra minyak kelapa murni yang diproduksi melalui Cold Processed sehingga menghasilkan minyak kelapa murni yang kandungan zat utamanya – asam laurat – lebih terjaga.

Salah satu merek lokal yang menawarkan minyak kelapa jenis EVCO adalah Natura Lova. Merek yang lahir lima tahun lalu ini digawangi oleh seorang wanita ramah kelahiran 1977, Alia Helianthi Kardin. Kesadaran untuk beralih ke gaya hidup sehat ditambah kondisi sang bunda yang kala itu menderita diabetes, Alia dan sang bunda mulai mengonsumsi makanan sehat, termasuk minyak kelapa. Saat itu gaya hidup organik belum setrendi sekarang, jadi ia banyak memesan produk organik seperti cuka apel, olive oil dan minyak kelapa dari luar negeri.

Setelah merasakan manfaat minyak kelapa, wanita yang juga bekerja di bidang periklanan ini pun tergerak untuk mencari minyak kelapa murni produksi lokal. Tapi ternyata kenyataannya tidak semudah yang ia bayangkan.

“Masa iya minyak kelapa yang 100% cold processed di Indonesia nggak ada…Sebagai negara kepulauan terbesar yang terletak di wilayah tropis, Indonesia adalah pemilik pohon kelapa terbanyak di dunia. 97% pohon kelapa di Indonesia itu punya rakyat, ada di mana-mana,” paparnya penuh semangat, di sela-sela pembukaan gerai barunya di Kalibata City.

Utamakan Kualitas

Alia Helianthi Kardin, Owner Natura Lova

Tak main-main, Alia ingin produk Natura Lova benar-benar memberikan manfaat terbaik bagi pelanggannya. “Saya ingin membuat produk minyak kelapa dengan standar seperti di luar negeri yang dulu saya biasa beli. Jadi, benar-benar 100% Cold Processed, bukan hanya Cold Pressed. Semua minyak kelapa itu pasti Cold Pressed, karena dari kelapa menjadi santan memang tidak menggunakan pemanasan. Tetapi tidak semuanya Cold Processed.”

Alia menghabiskan 6 bulan mencari minyak kelapa Cold Processed di Jogja dan Bali, namun tanpa hasil. Kebanyakan pengrajin lokal minyak kelapa yang ia temui masih menggunakan cara tradisional, yaitu pemanasan atau dengan menggunakan mesin sentrifugal. Tidak ada yang salah dengan proses pemanasan ataupun menggunakan mesin sentrifugal. Hanya saja menurutnya, zat utama dalam minyak kelapa lebih terjaga keutuhannya jika menggunakan cold processed.

Akhirnya, Alia memutuskan bekerja sama dengan kelompok petani untuk memproduksi minyak kelapa sendiri. “Bedanya Natura Lova dengan produk lainnya ya di proses pembuatannya. Kami menggunakan 100% cold processed. Diolah dari kelapa segar yang langsung diproses saat pertama dibuka, jadi bukan kopra. Kami juga menggunakan fermentasi alami sehingga zat-zat di dalamnya, terutama asam lauratnya lebih terjaga karena saya maunya minyak kelapa nggak cuma untuk dimakan, tapi juga untuk obat.” jelasnya.

Alia merasa sedih saat mengetahui bahwa masyarakat Indonesia seolah-olah “lupa” akan minyak kelapa dan manfaatnya. “Padahal minyak kelapa itu diakui sebagai SUPERFOOD lho di luar negeri.”, ungkap Alia. Beberapa manfaat EVCO antara lain untuk menurunkan kolesterol jahat, meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati diabetes, menurunkan berat badan, mengobati luka bakar pada kulit, menutrisi kulit dan segudang manfaat lainnya. Bahkan penelitian di Filipina yang dilakukan oleh Dr. Conrato S. Dayrit, Emeritus Professor Farmakologi dari University of Philippines, menyatakan bahwa minyak kelapa bisa membantu pengobatan penderita HIV.

Bangun interaksi langsung dengan pelanggan

Selama lima tahun Natura Lova memasarkan produk dan mengedukasi masyarakat melalui media digital – website dan media sosial. Merek yang di media sosial identik dengan tagar #GoCoconut ini pun kerap menggalakkan kampanye bertema lingkungan. Salah satunya seperti yang baru-baru ini dilakukan yaitu keuntungan dari setiap pembelian produknya didonasikan untuk organisasi sukarelawan yang berjibaku saat hutan Kalimantan terbakar akibat pembukaan lahan kelapa sawit.

Tak sedikit pelanggan yang setia menggunakan produk Natura Lova selama lima tahun ini karena merasakan manfaatnya. “Pernah suatu ketika, saya merasa bosan dengan Natura Lova dan memutuskan istirahat dulu. Tetapi salah satu pelanggan lama saya tiba-tiba memesan dan membujuk saya untuk tetap meneruskan, karena hanya minyak kelapa Natura Lova yang cocok untuk suaminya yang sakit jantung dan saat itu kondisinya makin membaik berkat Natura Lova,” ujar Alia.

“Saya tidak kenal ataupun pernah bertemu langsung dengan pelanggan saya itu tetapi saya tetap merasa sangat tersentuh. Saya jadi sadar, saya menjalankan Natura Lova tidak lagi hanya untuk kesehatan saya dan keluarga, tetapi juga untuk orang lain.” imbuhnya.

Walau Natura Lova dapat ditemukan di berbagai toko organik di Bali selama setahun terakhir, namun mayoritas interaksi dan pemesanan pelanggan dilakukan lewat media sosial dan internet. “Paling aktif ya di Facebook, dulu aktif di twitter dengan username @naturalova. Sekarang mulai aktif di instagram dengan username @natura.lova.”, jelas Alia. Seiring meningkatnya kesadaran bergaya hidup sehat, semakin banyak permintaan di masyarakat Jakarta yang akhirnya mendorongnya untuk membuka gerai pertamanya di Kalibata City Square.

“Salah satu tujuan buka gerai, selain untuk kantor, juga supaya bisa ketemu dengan para pelanggan setia Natura Lova yang belum sempat kami temui langsung. Adanya toko ini juga kita bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan edukasi,” ujarnya.

Hal ini terbukti dengan hadirnya beberapa pelanggan setia Natura Lova saat pembukaan gerai-nya, yang semakin menyemarakkan suasana pembukaan. Yang menarik adalah sesama pelanggan Natura Lova yang datang malah saling asyik bertukar cerita tentang bagaimana mereka menggunakan EVCO Natura Lova dan apa saja manfaat yang dirasakannya.

“Yang penting makin banyak orang Indonesia yang tahu manfaat minyak kelapa. Kita ini orang Indonesia, janganlah kita lupa tentang manfaat kekayaan alam kita sendiri,” pungkasnya.

(Foto: Natura Lova)

Source :
www.marketing.co.id